Kegiatan

Ecobrick Fornas Rintara Jaya Menarik Perhatian Pengunjung Kapal Rainbow Warrior

Kapal Greenpeace Rainbow Warrior telah tiba di pelabuhan Tanjung Priok sejak 23 April 2018 setelah dua bulan mengarungi lautan Indonesia Timur dengan membawa tema Jelajah Harmoni Nusantara. Kapal  ini membawa misi penyelamatan lingkungan sesuai dengan isu lingkungan yang ada di daerah yang disinggahi, misalnya tema penyelamatan hutan saat berlabuh di Papua, serta mengenai energi terbarukan, penolakan reklamasi teluk Benoa dan pengolahan sampah di Bali. Kapal lingkungan Internasional ini singgah di pelabuhan Tanjung Priok mulai Selasa, 23 April 2018 hingga Minggu, 29 April 2018 dan mengusung tema “Energi Bersih, Udara Bersih”. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat diikuti oleh masyarakat umum selama kapal bersandar di terminal Penumpang Nusantara, pelabuhan Tanjung Priok, diantaranya berkeliling mengunjungi kapal, mengikuti kegiatan workshop, membuat doodle art, area bermain anak, merasakan langsung perjuangan kampanye lingkungan serta pasar produk souvenir daur ulang hingga makanan khas.

 

Fornas Rintara Jaya turut andil mengkampanyekan isu sampah plastik di workshop Kapal Rainbow Warrior. Workshop  yang bertema “Save Our Sea with Ecobrick” ini menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan sampah plastik dengan cara membuat ecobrickEcobrick  merupakan bata ramah lingkungan yang terbuat dari sampah plastik yang dikumpulkan di dalam botol plastik. Setelah terkumpul, ecobrick tersebut dapat disusun menjadi bermacam bentuk seperti kursi, gapura, atau bangunan ramah lingkungan lainnya. Solusi ini dinilai menjadi langkah nyata yang efektif untuk mengurangi sampah plastik, mengingat saat ini  hanya sekitar 7% sampah yang sudah didaur ulang, sisanya hanya dibiarkan di TPA.

Hari pertama mengadakan workshop, para pengunjung kapal Rainbow Warrior terlihat memadati booth ecobrick. Menurut Affan, salah satu anggota Fornas Rintara Jaya, baru satu jam digelar, jumlah pengunjung  sudah lebih dari 100 orang yang terdiri dari masyarakat umum serta 9 rombongan pelajar sekolah dasar. Workshop ecobrick ini selalu dipadati pengunjung, hingga Yunita beserta 3 anggota Fornas Rintara Jaya yang bertugas hari ini mengaku kewalahan. Rencananya, hari kedua akan ada penambahan personil yang bertugas agar edukasi mengenai ecobrick ini lebih maksimal.

Respon positif datang dari pengunjung, ada yang mengaku baru pertama mengetahui ecobrick dan langsung mencoba untuk membuat ecobrick, adapula yang sudah menerapkan ecobrick ini di rumah dan ingin menyumbangkan ecobricknya untuk Fornas Rintara Jaya. Selama berlangsung workshop, Fornas Rintara Jaya  mendapat banyak tawaran kerjasama untuk melakukan workshop lebih lanjut di lokasi lain. Fornas Rintara Jaya, melalui divisi Pendidikan, Kesehatan dan Lingkungan berharap langkah kecil melalui edukasi pengolahan sampah ini dapat berkontribusi dalam penyelesaian isu persampahan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *